MASJID
Masjid itu rumahnya tiap orang yang beriman, sabda Nabi SAW. Maka, masih sabda Beliau SAW, bila kalian melihat seseorang senantiasa di masjid, bersaksilah bahwa dia itu beriman.
Al Mujtaba SAW juga bersabda, seburuk-buruk tempat itu pasar dan sebaik-baik tempat itu masjid. Oleh karenanya, Nabi SAW menyarankan: jika salah seorang diantara kalian masuk masjid, janganlah duduk sampai solat 2 rokaat (terlebih dahulu). Itulah solat sunat Tahiyatal Masjid, solat menghormati masjid.
Dakwah Merespon Budaya Pop
| Yang penting isi dakwah ajakan ke jalan Tuhan jangan pernah berubah. Pesan dakwah sendiri dalam Islam untuk menyebarkan perdamaian dalam cinta kasih sebagai sarana pengabdian kepada Tuhan. Jadi, metode dakwah boleh saja berbeda bahkan dengan merespons budaya yang ada di masyarakat. Sebab saat ini, ada kecenderungan dakwah dilakukan kurang memperhatikan kondisi sosial budaya Indonesia misalnya banyak orang memaksakan dakwah dengan tampilan kearab-araban. |
ZIARAH PARA WALI
Dulu aku melarang kalian menziarahi kubur, sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur itu dapat mengingatkan tentang kematian. Makam para Nabi dan makam para wali itu mustajab untuk berdoa. Jika melewati sebuah kuburan, ucapkanlah salam (mendoakan keselamatan) kepada para penghuninya, niscaya mereka akan membalas (ganti mendoakan keselamatan) salam kalian. Begitulah kurang-lebih hadits Nabi SAW tentang ziarah. Tentu saja masih banyak hadits lainnya tentang ziarah.
TAHAP-TAHAP MEMBANGUN MASJID VERSI NABI
Satu-satunya masjid yang dibangun langsung oleh Allah, jauh sebelum Allah menciptakan (menurunkan) Nabi Adam AS, adalah masjid di Bakkah (Mekah), yang sekarang disebut Masjid Al Haram (Masjidil Haram).. Semua santri tradisional yang sudah belajar sedikit tafsir Qur’an dan hadits, pasti paham hal itu. Selanjutnya, terbangunnya sebuah masjid –bervariasi menjadi musolla, langgar, surau, dayah, dsb–pada masa-masa kemudian senantiasa melalui tahapan-tahapan lebih-kurang berikut ini.
SOWAN ULAMA
Ciri ulama akherat antara lain: jika kita memandangnya atau duduk dalam majelisnya, kita akan teringat hal-hal ukhrowi: Allah dan Rasulullah SAW beserta segala hal mengenai janji dan ancamanNya, hati diliputi ketenangan dan ketentraman serta penuh kasih-sayang, segala masalah jadi mudah dipecahkan, dsb. Tak heran bila Sayyidina Ali Kw menempatkan “wong kang soleh kumpulana/ orang soleh –yakni ulama akherat—dekatilah” pada urutan ketiga dari resep Tombo Ati. Wajar bila kyai-kyai tradisional itu sampai kini, bahkan insyaallah sampai kapan pun, mesti melayani kunjungan para tamu.Semasa nyantri kepada Yang Mulia KH Abdul Muchith Nawawi Jejeran –penulis sering memanggil beliau Pakde Uhit, penulis sering harus sowan untuk konsultasi mengenai apa saja. Banyak keajaiban penulis temukan dalam ritual sowan tersebut. Misalnya, sering sebelum penulis mengemukakan persoalan yang hendak penulis konsultasikan, beliau langsung memberikan jawaban lengkap, jelas dan memuaskan. Pernah pula beliau memberikan jawaban lisan-spontan beserta catatan kakinya secara rinci: Insyaallah di dalam kitab anu terbitan anu tahun sekian halaman sekian baris sekian dari atas dan baris sekian dari bawah, dan insyaallah dalam kitab iku terbitan anu tahun sekian….dan seterusnya beliau sebutkan beberapa judul kitab (pernah sampai 24 judul!) dengan rincian “gila-gilaan” seperti itu. Dan jawaban beliau yang seperti itu penulis catat dan ketika penulis sampai di rumah mencocokkan, tidak ada yang keliru! Profesor doktor mana yang bisa melakukan hal seperti itu?
DURHAKA DAN MATINYA AKAL SEHAT
Seyogyanya sebagai anak engkau harus berusaha berbakti kepada kedua orang tuamu. Seperti yang telah disabdakan Nabi SAW bahwa agama itu adalah nasihat yang juga dapat diartikan niat baik, maka tidak ada yang lebih berhak mendapatkan perlakuan baik darimu kecuali kedua orang tuamu. Berusahalah agar mereka mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Jika posisimu sebagai orang tua, maka janganlah engkau membebani anak-anakmu dengan perintah-perintah yang tidak mungkin mereka kerjakan. Jangan engkau menuntut sesuatu di luar kemampuan mereka. Mudahkanlah dirimu dalam memberi ridha pada mereka. Ketahuilah bahwa Allah merahmati orang tua yang memudahkan jalan bagi anak-anaknya dalam mencari ridha mereka.
YANG PENTING TIDAK PUTUS-ASA
Selama hayat masih dikandung badan, selama masih bisa bernapas, selama masih hidup, selama nyawa belum sampai tenggorokan, tidak ada kata terlambat untuk berusaha kembali kepada jati diri manusia: berbuat baik, sekecil apapun perbuatan baik itu. Jati diri manusia, fitrah manusia, aslinya manusia, diciptakan untuk berbuat baik. Manusia, secara jasmani adalah keturunan Nabi Adam AS. Beliau diciptakan Tuhan dengan TanganNya Sendiri, ditiupi ruh dengan NapasNya Sendiri. Tuhan Maha Baik telah menciptakan Adam AS beserta keturunannya agar mewarisi sifat baik. Tanah liat sebagai bahan dasar untuk membentuk Adam AS membuahkan sifat rendah hati sebagai sifat yang paling pas untuk manusia.
Ruhani manusia, termasuk ruhani Adam AS dan malah segenap alam semesta, diciptakan Tuhan dari serpihan Nur Muhammad SAW. Nur Muhammad SAW, makhluk yang paling pertama diciptakan Tuhan, yang menjadi asal segala ciptaan, diutus untuk Kasih bagi semesta alam. Tidaklah Aku mengutusmu selain untuk Kasih bagi semesta Alam.














