Tersesat Masuk Surga

HIJRAH DARI MAKSIAT MENUJU SHOLAWAT DAN KEBENARAN

Ketahuilah bahwa sholawat kepada kekasih-Nya telah diperintahkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Para nabi, malaikat dan bahkan Allah sendiri bersholawat kepada Nabi akhir zaman. Sholawat bagi para pendosa adalah permohonan syafa’at. Sholawat bagi kaum awam adalah terwujudnya keselamatan. Sholawat para ahli ilmu adalah ditinggikannya derajat. Sholawat para wali adalah kerinduan agar dipertemukan. Sholawat para nabi kepada beliau adalah pertanda syukur bahwa risalah yang telah mereka bawa telah disempurnakan. Sholawat dari para malaikat adalah doa penjaga bagi risalah yang sempurna. Sholawat dari Allah Ta ‘Ala kepada Nabi-Nya berupa limpahan rahmat dan kasih sayang, kedudukan yang terdekat di sisi-Nya dan surga yang paling tinggi.


Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa seorang bijak telah berkata, “Kesehatan jasmani ada pada sedikit makan, keselamatan ruh terletak pada sedikit dosa dan keselamatan agama terletak pada sholawat kepada manusia terbaik, Muhammad SAW”.


Sebuah hadits juga menceritakan bahwa Allah SWT telah menciptakan Malaikat yang mempunyai sayap di timur dan di barat. Kepalanya disebutkan di bawah ‘Arsyi, sedang kakinya berada di bawah bumi ketujuh. Malaikat tersebut mempunyai bulu sejumlah makhluk-Nya. Apa bila seorang lelaki atau perempuan dari umat beliau bersholawat kepada beliau SAW, maka Allah memerintahkan agar malaikat tersebut menenggelamkan diri didalam lautan cahaya di bawah ‘Arsy. Setelah itu ia keluar dan membentangkan sayap-sayapnya yang memenuhi ufuk cakrawala alam semesta. Dari bulu-bulunya menetes air yang berkilau laksana cahaya. Dari setiap tetesan itu Allah Yang Maha Perkasa, Agung dan Berwibawa menciptakan malaikat-malaikat yang memohonkan ampunan untuk orang yang bersholawat tersebut sampai datangnya Hari Kiamat.


Dikisahkan bahwa suatu ketika Nabi Dawud a.s duduk dan membaca Kitab Zabur, sesaat terlintas dalam pandangannya seekor cacing merah di tanah. Ia merenung dan bertanya dalam hati tentang apa yang  Allah kehendaki dengan menciptakan makhluk seperti cacing tersebut. Kemudian Allah SWT mengijinkan cacing tersebut untuk bisa bicara, “Wahai Nabi Allah, Tuhanku mengilhamkan  agar pada setiap siang aku mengucapkan, ‘SUBHAANALLAAH WALHAMDULILLAH WA LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAAHU AKBAR’, seribu kali. Allah juga mengilhamkan kepadaku agar pada setiap malam aku mengucapkan, ‘ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD AN-NABIIY AL-UMMIIY WA ‘ALAA AALIHI WA SHAHBIHII WA SALLAM’, seribu kali”.


Diriwayatkan bahwa Allah SWT telah berfirman kepada Musa a.s, “Wahai Musa, jika engkau ingin agar Aku lebih dekat kepadamu daripada ucapanmu kepada lidahmu, daripada bisikan hatimu kepada kalbumu, daripada ruhmu kepada badanmu, daripada cahaya penglihatanmu kepada ke dua matamu, daripada pendengaranmu kepada telingamu, maka perbanyaklah shalawat kepada Muhammad SAW”.


Diceritakan pernah pada suatu hari Abu Sufyan Ats-Tsawri r.a melihat seorang pemuda sedang berthawaf di Ka’bah dan pemuda tersebut mencukupkan diri dengan hanya membaca sholawat terus-menerus. Ketika ditanya perihal tersebut, pemuda itu menjawab bahwa di perjalanan ia telah kehilangan ayahnya (meninggal dunia) dengan wajah menghitam. Dia sangat bersedih sampai kemudian tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat seorang lelaki yang bewajah sangat tampan dengan wangi semerbak yang tiada lain adalah Muhammad SAW, beliau mengusap wajah ayahnya yang menghitam legam hingga menjadi putih bercahaya. Kemudian Rasul SAW menghampirinya dan bersabda, ”Aku Muhammad bin Abdullah, pembawa Al-Quran. Sementara ayahmu telah banyak menzalimi dirinya sendiri, tetapi ia banyak bersholawat kepadaku. Aku adalah penolong bagi orang-orang yang memperbanyak sholawat kepadaku”. Ketika terbangun pemuda itu telah mendapati wajah ayahnya berubah menjadi putih seperti dalam mimpi.


Di tempat yang lain diceritakan bahwa satu ketika Hasan al-Basri r.a didatangi seorang ibu  yang baru kehilangan anak perempuannya yang meninggal pada usia remaja. Ia ingin agar diajari cara bertemu dengan anaknya lewat mimpi. Syahdan Allah Ta ‘Ala mengabulkan keinginan si ibu tersebut, di dalam mimpinya ia melihat anaknya mengenakan pakaian dari ter, lehernya di rantai dan kakinya diikat. Hal tersebut diceritakan kepada al-Hasan sehingga ia pun turut bersedih. Selang beberapa waktu kemudian Hasan Basri r.a bermimpi melihat anak perempuan remaja itu di surga dan pada kepalanya terdapat mahkota. Hasan pun bertanya tentang bagaimana ia bisa mendapatkan semua kenikmatan itu? Dia pun menjawab bahwa suatu hari telah lewat seorang laki-laki di atas kuburan mereka. Laki-laki tersebut membaca  sholawat kepada Nabi SAW sekali. Kemudian tiba-tiba terdengarlah seruan, “Hentikanlah siksaan kepada mereka berkat sholawat hamba-Nya ini!” Padahal saat itu ada lima ratus lima puluh orang yang sedang disiksa di pekuburan tersebut.


Nabi SAW telah bersabda, “Barang siapa yang lupa (enggan) bersholawat kepadaku, ia telah tersesat di jalan menuju surga”.


Beliau juga bersabda, “Barang siapa bersholawat padaku pada hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama delapan puluh tahun”.


Bahwasannya Allah SWT telah berfirman, Katakanlah, “Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi kalian”.


Selanjutnya beliau SAW juga bersabda, “Barang siapa menghidupkan sunahku, ia telah mencintaiku. Barang siapa mencintaiku, pada Hari Kiamat ia bersamaku di surga”.


Junayd Al-Baghdadi r.a disebutkan telah berkata, “Seseorang tidak akan sampai kepada Allah kecuali dengan  Allah. Jalan untuk sampai adalah mengikuti Al-Mustafa SAW”.


Sungguh aku tidak akan pernah lelah mengingatkan agar engkau selalu berusaha memperbanyak sholawat kepada Nabi SAW. Ketahuilah bahwa sholawat adalah dzikir yang paling komperehensif untuk seseorang yang hendak berjalan menuju Tuhan. Sholawat itu menempati maqam guru. Di dalamnya tersimpan rahasia-rahasia yang agung, maka raih dan ambillah bagianmu sebanyak yang engkau mampu! Sholawat adalah satu-satunya dzikir yang seseorang boleh riya’ di dalamnya. Ia adalah syarat terkabulnya do’a, syarat terpenuhinya hajat dunia dan akherat, menjadi sebab terhindarnya seseorang dari bencana, menjadi syarat kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya, pelebur berbagai macam dosa dan masih banyak lagi hingga tak mungkin disebutkan satu per satu. Seorang yang lemah dalam ibadah sunah dan tidak kuat berpuasa, maka hendaknya ia memperbanyak sholawat kepada Nabi SAW tercinta.


Janganlah engkau ragu jika orang-orang disekitarmu mencela orang-orang yang melazimkan sholawat. Janganlah engkau takut jika mereka menuduhmu seperti kaum nasrani yang terjebak dalam kultus individu. Berhijrahlah dari mereka. Tiggalkanlah mereka dibelakangmu, sebab meninggalkan orang-orang bodoh adalah ibadah.


Ketahuilah bahwa seseorang akan bersama dengan apa yang dicintainya dan tanda cinta adalah jika ia banyak menyebut-nyebut yang dicintainya. Ingatlah, barang siapa mencintai orang yang mencintai Allah, berarti ia mencintai-Nya. Dan siapakah di antara makhluk-Nya yang paling baik cintanya kepada Allah selain Rasulullah Muhammad SAW.


Jika engkau bermukim pada suatu tempat yang tidak mempunyai iklim yang kondusif untuk beribadah, maka engkau dianjurkan untuk meninggalkan tempat itu dan mencari tempat yang dapat mendukungmu atau menumbuhkan semangat dalam dirimu untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan. Jika engkau hidup dalam lingkungan yang selalu mencela orang-orang yang belajar mencintai dan meneladani Nabi SAW, maka tinggalkanlah atau bersabarlah!


Allah SWT telah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sungguh bumi yang Aku sediakan untuk tempat tinggalmu itu luas dan hanya kepada-Ku kalian menyembah”.


Imam Muqatil r.a dan Imam Kalabi r.a telah berkata bahwa turunnya ayat ini berkaitan dengan kaum muslim Mekah yang keadaannya lemah dan tertindas. Mereka diperintahkan untuk hijrah menuju Madinah. Jika engkau menemui keadaan yang serupa, maka Ayat tersebut juga berlaku untukmu. Meskipun begitu, hendaknya  engkau tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Ingatlah bahwa kaum muslim Mekah dulu mengalami kesewenang-wenangan tidak dalam jangka waktu yang sebentar. Mereka bersabar hidup menderita selama tiga belas tahun. Selama itu mereka dikucilkan dan dimusuhi oleh kaum kafir Qurays. Bersabarlah sebab kesabaran membawa banyak kebaikan. Bersabarlah sebab siapa tahu Allah SWT menurunkan hidayah untuk orang-orang di sekitarmu.


Sa ‘id bin Jubir r.a mengatakan, “Ketika di suatu tempat telah lazim terjadi kemaksiatan-kemaksiatan, maka keluarlah kalian sebab Allah telah berfirman bahwa ‘bumi-Ku itu luas’. Tentu yang dimaksud oleh beliau adalah setelah kita bersungguh-sungguh berusaha memperbaiki keadaan tersebut. Hindarilah kekerasan dan sikap kasar saat engkau melakukan amar makruf nahi munkar, ketahuilah bahwa cara-cara seperti itu mudah dikendalikan setan. Bagaimanapun mereka mempunyai hak sebagai tetangga, sebagai saudara dan sebagai manusia.


Imam ‘Atha r.a mengatakan, “Jika kalian diperintahkan atau diajak untuk berbuat maksiat, maka berlarilah menghindar, sebab Allah telah berfirman bahwa bumi-Nya luas”.


Engkau telah melihat kezaliman dan kemaksiatan terjadi dalam setiap sendi kehidupan kita. Engkau meyaksikan kelalaian dan pesta pora setiap waktu, engkau bahkan rela menjadi bagian dari semua itu. Apa yang engkau dapati saat malam pergantian tahun syamsiah, apakah doa-doamu  pada saat yang sama di tahun yang lalu telah dikabulkan sehingga engkau rela berlelah-lelah dalam keramaian dan kebisingan.


Ketahuilah bahwa jaman dahulu tahun baru syamsiah hanya dirayakan oleh kaum kafir pagan yang kemudian diadopsi oleh kebudayaan Greco-Roman sampai masuknya kebudayaan Kristen. Alih-alih menghapus tradisi para penyembah berhala, kaum nasara malah berkompromi terhadap mereka. Dari sana dijadikanlah Isa a.s sebagai tuhan dan hari kelahirannya ditetapkan dan dirayakan, padahal sesungguhnya yang mereka rayakan adalah hari kelahiran salah satu dewa para penyembah berhala dalam mitologi Yunani kuno. Jika mereka menyangkal, maka tanyakanlah kenapa mereka memperingati hari-hari suci mereka dengan dan dalam sistem penanggalan syamsiah? Bukankah Isa a.s terlahir dari rumpun semit yang nota bene tidak mengenal dan menggunakan sistem penanggalan Syamsiah.


Engkau mengaku muslim tetapi tidak mengetahui masuknya bulan Muharram yang disucikan. Jika pun engkau mengetahui engkau tidak melewatkannya dengan i’tikaf dan munajat di rumah-Nya, tetapi engkau mengumbar hawa nafsu di jalan-jalan. Ketahuilah bahwa hijrah bukanlah hanya persoalan fisik belaka. Hijrah adalah engkau berlari demi selamatnya agamamu dari kebodohan-kebodohan, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari bid ’ah kepada sunah, dari tradisi dan budaya jahiliyah menuju keselamatan dan rahmat Islam. Itulah hijrah yang sebenarnya.


Engkau mengira ke-modern-an adalah dengan bersikap latah mengikuti tradisi-tradisi yang engkau tidak pahami. Berkirim coklat dan ucapan selamat pada saat hari kasih sayang? Apa yang engkau inginkan dari sebungkus coklat, perzinahan? Betapa rendah akal dan jiwamu. Ketahuilah bahwa akal yang cerdas adalah akal yang selalu terarah kepada-Nya. Jiwa yang baik adalah jiwa yang selalu berjalan menuju-Nya. Jika keislamanmu telah benar, maka akan engkau dapati bahwa setiap hari adalah hari kasih sayang dan setiap hari adalah sedekah. Setiap hari kau curahkan daya dan upayamu guna kepentingan orang lain. Ingatlah sabda beliau SAW, “Sebaik-baik umatku adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain”. Perhatikanlah baik-baik, adakah engkau menemui kalimat, ‘sebaik-baik umatku adalah yang paling banyak memberi cokelat kepada kekasih asmaranya’?


Sungguh kemuliaan cinta itu terletak pada  kemuliaan obyek yang dicintainya, maka berikanlah cinta sejatimu padanya, yaitu Allah dan Rasul-Nya! Cintamu pada kekasihmu, keluargamu, anak atau istrimu semua adalah kesia-siaan jika mereka tidak mencintai hal yang semestinya paling berhak untuk dicintai. Bagaimana engkau bisa mencintai orang-orang yang tidak pernah mau belajar mencintai Allah dan Rasul-Nya? Manusia macam apa engkau ini? Engkau selalu merayakan ulang tahun orang yang tidak berguna dan engkau juga selalu lalai dari mensyukuri mawlid Nabi SAW, manusia sempurna yang telah rela menomor-duakan keluarganya yang mulia demi makhluk hina macam dirimu dan keluargamu di Hari Kiamat nanti? Sungguh kedahsyatan Kiamat akan melumat kalian dan kalian terancam kebinasaan tanpa syafa’at dari Rasul SAW tercinta. Segeralah kalian berhijrah dari kelalaian yang telah kalian kerjakan selama ini, atau tidak ada yang akan menolongmu kelak!


Sebagian ulama berpendapat bahwa ayat yang sedang kita bahas di muka turun berkaitan dengan mereka yang menunda-nunda untuk berhijrah dan kemudian berkeluh-kesah. Mereka mengkhawatirkan soal rezeki, dan tempat tinggal, maka Allah menyindirnya dengan kalimat ‘bumi-Ku luas’ yang dapat diartikan bahwa rezeki-Nya tidak hanya terkumpul pada satu tempat, atau pada satu bentuk pekerjaan tertentu. Ingatlah bab tentang rezeki. Bacalah kembali dan resapilah isinya.


Ketahuilah bahwa hanya orang bodoh yang meragukan persoalaan rezeki. Allah telah menjaminnya sebagaimana Dia telah menjamin kita sewaktu kita belum ada. Dia adalah sebaik-baiknya yang mengatur. Rezeki tidak akan datang salah alamat. Khawatir mengenai rezeki adalah tanda lemahnya iman seseorang, maka bertobatlah atas prasangka bodoh kalian selama ini! Semoga Allah SWT memberi kita dan keluarga kita kecukupan rezeki sehingga tubuh kita dapat tegak dalam menjalankan segenap ketaatan kepada-Nya! Amin.

0 Komentar untuk "HIJRAH DARI MAKSIAT MENUJU SHOLAWAT DAN KEBENARAN"

Back To Top