Tersesat Masuk Surga

Masjid


Syeikh Jalaluddin As Suyuti, penulis tafsir Jalalain yang terkenal itu, mengumpulkan beberapa hadits ringkas dengan judul Lubabul Hadits (Sumsumnya Hadits). Kitab tersebut telah diartikan dalam Bahasa Jawa oleh banyak kalangan, diantaranya Pondok Pesantren Al-Fitroh Jejeran Wonokromo, Pleret, Bantul. Di dalam salah satu bab, kitab tersebut membahas mengenai Keutamaan Masjid. Berikut ini adalah ringkasannya. Masjid itu rumahnya tiap orang yang beriman, sabda Nabi SAW. Maka, masih sabda Beliau SAW, bila kalian melihat seseorang senantiasa di masjid, bersaksilah bahwa dia itu beriman.

  

Al Mujtaba SAW juga bersabda, seburuk-buruk tempat itu pasar dan sebaik-baik tempat itu masjid. Oleh karenanya, Nabi SAW menyarankan: jika salah seorang diantara kalian masuk masjid, janganlah duduk sampai sholat 2 rokaat (terlebih dahulu). Itulah sholat sunat Tahiyatal Masjid, sholat menghormati masjid. Karena keistimewaan masjid, Al-Mustofa SAW mengabarkan: siapa saja yang berbicara urusan duniawi di dalam masjid, Allah menghapus (pahala) amalnya selama 40 tahun. Memang, seperti dijelaskan Nabi SAW: Sungguh para malaikat membenci orangorang yang membicarakan hal-hal remeh dan buruk. Bahkan, Nabi SAW mengungkapkan: Sebuah masjid mengeluh kepada para malaikat karena orang-orang membicarakan urusan dunia di dalam masjid tersebut, kemudian para malaikat menjawab: kembalilah ke tempatmu, sungguh kami sudah mengutus (para malaikat) untuk menghancurkan orang-orang itu. Lalu, Baginda SAW juga menyabdakan: siapa saja yang menggelar (menyediakan) alas/tikar di dalam masjid, tak hentihentinya para malaikat memohonkan ampunan bagi orang itu selama tikar tersebut masih tergelar (terpakai). Begitu juga, siapa saja yang menyalakan (menyediakan) lampu di dalam masjid meski (terangnya) hanya sekadar mata bisa melihat, para malaikat pun memohonkan ampunan bagi orang tersebut selama lampu tersebut masih menyala. Lalu, siapa saja yang mengeluarkan kotoran (membersihkan) masjid, meski hanya sekadar yang terlihat mata, Allah mengeluarkan orang itu dari dosa yang paling besar. Jadi, janganlah kalian jadikan masjid seperti jalanan, pesan Kekasih SAW. Walloohu a’lam.



(K.H. Muhammad Fuad Riyadi)

Tag : Fatwa Kyai
0 Komentar untuk "Masjid"

Back To Top