Tersesat Masuk Surga

Peramal dan Ramalannya


Siapa saja yang mendatangi peramal, kalau dia tidak mempercayai peramal tersebut, selama 40 hari ibadahnya tidak diterima Allah. Kalau dia percaya kepada peramal tersebut, berarti dia tak percaya kepada Rasulullah SAW alias murtad. Begitulah kurang-lebih hadits yang sudah populer. Berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW, para ulama menjelaskan: Para peramal itu, mereka dibisiki para syetan. Ada kalanya bisikan itu benar, tapi lebih sering ngawur. Para syetan tersebut suka “mencuri dengar” pembicaraan para malaikat di langit dunia yang hendak bertugas melaksanakan takdir Allah. Sebagian besar dari para syetan tersebut tewas terkena lemparan meteor atau tersambar kilat. Memang, kalau tak tersambar lemparan meteor atau kilat atau sebab lain, syetan itu bisa hidup sampai kiamat.


“Sebagian kecil dari syetan tersebut berhasil mencuri informasi dari pembicaraan para malaikat. Kelompok kecil inilah yang suka membisikkan informasi takdir pada telinga para peramal. Namun, dasar syetan, seringkali informasi tersebut dibumbui atau diselewengkan. Bisikan syetan inilah yang dijadikan rujukan para peramal. Jangan heran, kadang-kadang –meskipun kemungkinannya kecil— omongan peramal itu benar-benar terjadi.”


Lebih konyol lagi, sekarang ini banyak peramal palsu. Mereka tak pernah dibisiki syetan, tapi mengaku-aku tahu tentang masa depan seseorang. Karena bodoh, banyak orang mempercayai peramal: baik peramal yang sungguhan, yang suka dibisiki syetan maupun peramal palsu yang pandai mengaku-aku. Peramal sungguhan dan peramal palsu itu sama saja, mereka adalah syetan yang berwujud manusia.


Seiring perkembangan zaman, modus para peramal pun berkembang. Ada yang jadi pengisi tetap rubrik ramalan bintang di media cetak. Ada yang mendasarkan ramalannya pada primbon-primbon, perhitungan hari-hari (hari lahir, pasaran), perhitungan nama-nama, dsb. Ada pula yang pakai keris, bunga, bola kaca, dll.


Dari segi media, sekarang ini malah dunia handphone pun ramai-ramai diserbu para peramal. Iklan-iklan seperti “ketik reg spasi ramal, ketik jodoh spasi namamu spasi nama pacarmu, ketik nama spasi tgl lahir” dan sebagainya sering sekali kita lihat di televisi. Ungkapan “kamu tidak cocok kerja di air” pun begitu populer.


 Intinya, percaya pada para peramal itu bodoh, sama bodohnya dengan percaya pada syetan: bikin binasa-celaka dunia-akherat. Kebodohan tersebut terdorong pada kekhawatiran menghadapi masa depan. Padahal, Nabi SAW telah bersabda lebih-kurang: songsonglah masa depan dengan banyak berdoa, tolaklah bencana dengan sedekah, lalu pasrahkan dirimu kepada-Nya. Walloohu a’lam.


(K.H. Muhammad Fuad Riyadi)

Tag : Fatwa Kyai
0 Komentar untuk "Peramal dan Ramalannya"

Back To Top