Tersesat Masuk Surga

Rejeb

Rejeb itu satu diantara empat bulan yang dimuliakan Allah. Nabi SAW mengalami Isro’ Mi’roj juga pada Bulan Rejeb. Beribadah pada waktu-waktu yang dimuliakan Allah, termasuk selama Bulan Rejeb, pahalanya di akherat dan barokahnya di dunia dilipatgandakan. Di Bulan Rejeb ini disunatkan berpuasa. Malah, Nabi SAW punya kebiasaan puasa sebulan penuh di Bulan Rejeb, Ruwah, Romadlon. Tiga bulan full!

Di beberapa pesantren, hal tersebut juga masih mentradisi. Misalnya di tempat Almaghfurlah Al’Alamah Al’Arif Billah Shohibut Taj Abuya Dimyati Banten (Mbah Dim): selama Rejeb-Ruwah-Romadlon beliau bersama para santri selalu berpuasa. Abu Hurairoh r.a, mengutip sabda Nabi SAW menjelaskan, puasa di hari pertama Rejeb itu bias menghapus dosa tiga tahun, hari kedua menghapus dosa dua tahun, hari ketiga menghapus dosa setahun, hari keempat dan seterusnya masing-masing dapat menghapus dosa satu bulan. Ada juga yang menjelaskan, puasa sehari di Bulan Rejeb itu sama dengan puasa setahun (364hari).

Para santriwati yang masih punya hutang puasa Romadlon, biasanya menggunakan Bulan Rejeb untuk nyaur utang atau meng-qodlo. Dengan niat meng-qodlo hutang puasa Romadlon di Bulan Rejeb, otomatis dia dapat pahalanya berpuasa di bulan tersebut. Sebab, kesunatan puasa Rejeb itu terletak pada puasanya itu sendiri, dengan niat semata puasa Rejeb atau dengan niat-niat lainnya: nyaur utang, Senin-Kamis, Puasa Dawud, puasa hajat, atau niat lain sepanjang dibenarkan aturan agama. Sudah dimaklumi, banyak puasa berarti makin sehat, tambah umur, tambah rejeki, tambah makbul berdoa, dan lain-lainnya. Yang penting banget: mengurangi jumlah dosa-dosa.
Bulan Rejeb itu juga ideal untuk:

  1. Bertaubat dengan memperbanyak istighfar,

  2. Meningkatkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya SAW dengan memperbanyak membaca sholawat.


       Diantara Salafus Solihin punya kebiasaan menyambut datangnya Rejeb dengan beribadah semalaman, dan antara Maghrib-Isya’ di Bulan rejeb mereka sholat sunat 2 roka’at x 10, jadi jumlahnya 20 roka’at. Mereka pun meningkatkan sedekah serta banyak menolong sesama. Rejeb, ibarat gladi resik untuk menyongsong bulan yang lebih agung: Romadlon. 

    Jikalau kita belum bisa mengamalkannya seperti orang-orang hebat di atas, paling tidak kita mengagumi dan mencintai mereka, supaya kita komanan/dapat bagian pahala dan barokahnya. Amin. Wallaahu’alam.

(K.H. Muhammad Fuad Riyadi)

Tag : Fatwa Kyai
0 Komentar untuk "Rejeb"

Back To Top