Tersesat Masuk Surga

Salam

Banyak hadits mengenai “salam” ini. Berikut ini kita sarikan dari Kitab Lubabul Hadits. Nabiyulloh SAW bersabda, hendaklah salam itu diucapkan sebelum berbicara (seperti pidato dll). Bahkan, Beliau SAW juga bersabda, kalau ada orang berbicara (pidato) tanpa mengucap salam, tidak usah dijawab (diperhatikan). Begitulah, memang semestinya orang yang berbicara itu menghargai orang yang diajak bicara dengan terlebih dahulu mengucapkan salam. Kalau 2 orang atau lebih bertemu, berpapasan, maka menurut Rasululloh SAW yang memulai salam (menegur) itulah yang lebih utama di sisi Allah dan RasulNya. Sebab, memulai salam (menegur) itu merupakan modal dasar tawadluk (rendah hati), jelas Rasul SAW.

 


 As Salam itu 1 diantara 99 Asma Allah. As Salam itu artinya Maha Penyelamat, ada juga yang mengartikan Maha Selamat dari segala kekurangan-keterbatasan. Jika seseorang mengucapkan salam kepada sekelompok orang kemudian mereka berkenan menjawab, dia memperoleh pahala melebihi mereka 1 derajat, karena dia telah mengingatkan mereka kepada As Salam (Allah). Jika mereka tak mau menjawab, maka makhluk Allah yang lebih mulia dan baik (malaikat dan arwah orang-orang saleh) akan menjawabnya. Selain mengucap salam, bila bertemu dengan orang lain, makin besar pahalanya jika disertai dengan bersalaman (berjabat tangan), lebih afdol lagi bila disertai berpelukan. Namun, salaman dan pelukan hanya dibolehkan kepada sesama jenis (laki dengan laki, wanita dengan wanita) atau dengan lain jenis yang mahrom (tak mungkin dinikahi) yakni adik, kakak, orang tua, anak, cucu, paman, bibi. Boleh pula jika suami atau istri sendiri. Adapun jika lain jenis, bukan mahrom, bukan pula suami istri, haram hukumnya bersalaman, apalagi berpelukan. Lebih baik telapak tangan ditikam dengan tombak membara ketimbang bersalaman dengan pihak-pihak tersebut, begitulah kira-kira Nabi SAW telah bersabda. Wajar, karena umumnya perselingkuhan dimulai dari hal-hal tersebut. Tak kalah pentingnya dalam salam-menyalam adalah cerahnya wajah. Jika dua orang bertemu, yang lebih cerah wajahnya mendapatkan 80 % pahala, yang kalah cerah 20 %. Jadi, mari berlomba cerah-cerahan wajah. Walloohu a’lam.


 

(K.H. Muhammad Fuad Riyadi)

Tag : Fatwa Kyai
0 Komentar untuk "Salam"

Back To Top