Tersesat Masuk Surga

Super Dzikir



       Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, jiwa-jiwa pun menjadi tenang. Begitulah salah satu terjemahan ayat Al Qur’an yang sering dikutip para khotib. Rasul SAW juga pernah bersabda, lingkaran dzikir itu salah satu taman diantara taman-taman surga. Arti dzikir itu kurang lebih mengingat dalam hati. Hati yang mengingat Allah akan memancing lisan untuk berucap. Bisa juga lisan yang mengucap akan memancing hati untuk mengingat. Bisa pula terjadi, mengingat di dalam hati tanpa disertai mengucapkan. Pun bisa mengucap secara lisan tetapi hatinya mbyang-mbyangan. Gabungan antara hati yang mengingat dan lisan yang mengucap itulah yang paling komplit dalam soal dzikir, paling gede pahalanya. 

 

    Yang dimaksud dzikurulloh (mengingat Allah) itu penjelasannya sangat luas. Ingat bahwa kita ini diciptakan-Nya, diberi rejeki, kelak akan kembali (mati) dan dimintai tanggungjawab atas perbuatan kita di akherat. Ingat bahwa Dia Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Kasih sekaligus Maha Kejam, Maha Teliti. Ingat bahwa segala gerak-gerik kita lahir dan batin senantiasa dalam pengawasan dan pengetahuan-Nya. Ingat bahwa tiada daya dan kekuatan dalam diri kita tanpa pertolongan-Nya. 

 

       Ingat bahwa Dia-lah yang telah memberi kita hidayah melalui para pendahulu kita: orang tua-kakek-buyut-canggah seterusnya dan para guru-gurunya guru seterusnya berturut-turut sampai Nabi Adam a.s. Sudah semestinya kita bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada para pendahulu kita dengan cara mengingat-Nya dan mengingat jasa mereka. Ini senada dengan firman Allah yang artinya kurang-lebih: “Aku berpesan kepada insan atas kedua orang tua mereka; ibunya telah mengandung dengan kepayahan demi kepayahan dan menyusui selama 2 tahun, yakni: bersyukurlah kepadaKu dan kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku tempat kembali”. Dzikir yang paling dahsyat efeknya ialah dengan cara mengingat kematian. Ingat, bahwa maut atau kematian kapan saja bisa datang, tak terduga, ora kulo nuwun. Jika maut datang, kepada siapa lagi kita berlari kalau tidak kepada-Nya? Jangankan kematian, gempa saja membuat kita berteriak-teriak histeris memanggil-Nya.

 

     Nabi SAW bersabda, sebaik-baik dzikir adalah laa ilaaha illallooh, tiada sesembahan selain Allah. Beberapa guru tarekat mengajarkan berbagai teknik mengucapkan kalimat tauhid tersebut. Ada yang menganjurkan dengan membaca lirih, keras, dengan gerakan kepala kanan-kiri atas bawah, dan sebagainya. Juga dengan jumlah pengucapan tertentu pula. Itu semua dalam rangka memotivasi dan mengasyikkan kita dalam berdzikir. Kita tinggal memilih yang sesuai dengan situasi dan kondisi cara yang kita sukai. Teknik dan cara berdzikir tak perlu kita perdebatkan. Semua hakekatnya sama: berdzikir itu mengingat Allah. Tentu kita mesti banyak belajar kepada orang-orang yang telah mahir berdzikir: ulama, para wali, para sahabat Nabi SAW, dan tentu saja Nabi SAW. Begitu banyak kitab kuning (buku tulisan ulama-ulama salaf yang telah terbukti kesalehan dan kehebatannya) yang bisa kita pelajari). Kita memohon kepada Allah agar berkenan mewariskan untuk kita ilmu dzikir yang telah diberikan Allah untuk barisan wali-Nya. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan para pendahulu kami, dan janganlah Engkau jadikan rasa permusuhan di hati kami terhadap sesama kaum beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Kasih dan Maha Sayang. Amin. Walloohu a’lam.

 

(K.H. Muhammad Fuad Riyadi)

Tag : Fatwa Kyai
0 Komentar untuk "Super Dzikir"

Back To Top