Tersesat Masuk Surga

Zina



Syeikh Jalaluddin As Suyuti, dalam kitab Lubabul Hadits, mengutip 11 (sebelas) sabda Nabi Muhammad SAW mengenai zina. Hadits pertama berbunyi: “Zina itu menyebabkan fakir”, sama dengan hadits ke-7 yang artinya: “kaya dan zina itu tak pernah bisa jadi satu”. Jika kita perhatikan, perzinahan atawa perselingkuhan telah menyebabkan banyak orang kaya jadi kere, orang mulia jadi hina, penguasa kehilangan kekuasaannya, raja kehilangan mahkotanya, dan sebagainya. Paling sedikit, orang yang suka berzina itu selalu merasa kekurangan meski telah memegang harta banyak, sehingga hidup mereka ngrangsang serba tak tenang. Serba kurang tak tenang beginilah kere yang sesungguhnya. Biasa pula kita dengar mengenai penyakit yang menguntit para pezina mulai dari sipilis sampai aids. Betul-betul bikin kere!


Oleh karena itu, seperti hadits yang ke-9, yang artinya: “Meninggalkan zina itu bisa menyebabkan kaya”. Yang dimaksud kaya itu kurang lebih serba cukup, serba keturutan, tak pernah merasa kekurangan, butuh apa saja selalu mudah dan ada. Pada hadits ke-3 dituliskan, yang artinya: “Melihat perempuan lain itu (bagi pria) termasuk dosa besar,” sebab dalam hadits ke-4 digamblangkan yang artinya: “Zinanya kaki itu melangkah (menuju tempat perzinahan), zinanya tangan itu menyentuh, dan zinanya mata itu memandang”. Di samping itu, “Siapa berzina, maka (keluarganya) akan di-zina-i, meskipun di dalam pagar rumah sekalipun.


Secara ukhrowi, zina itu perkara gawat. Zina sekali (maksudnya sampai coitus) itu menghancurkan amal kebaikan selama 70 tahun,” karena “Tak ada dosa setelah menyekutukan Allah yang lebih besar daripada sperma yang disemburkan seorang lelaki ke rahim perempuan yang bukan istrinya.” Wajar, jika hukuman bagi pezina pun berat: “Siapa saja yang berzina, di alam barzakhnya Allah membukakan 80 pintu neraka, yang masing - masingnya mengeluarkan scorpion dan ular yang menghajarnya sampai hari kiamat.” Itu baru hukuman pembuka. Sebab, di neraka kelak, mereka sudah dinanti hukuman yang lebih ngeri, sampai-sampai: “Penghuni neraka berteriak kesakitan karena bau bacin yang keluar dari alat kelamin para pezina.” Na’udzubillah min dzalik. Walloohu a’lam.


(K.H. Muhammad Fuad Riyadi)

Tag : Fatwa Kyai
0 Komentar untuk "Zina"

Back To Top