Tersesat Masuk Surga

Jose Mourinho Jadi Sufi



Kebangetan rasanya kalau tak tahu siapa Mourinho. Sukses bersama FC Porto, melambung bersama Chelsea, menolak melatih timnas Inggris, dan pernah dikaitkan dengan beberapa klub raksasa: Barcelona, AC Milan, Real Madrid, sampai Liverpool. Maurinho bukan sekadar pelatih sepakbola. Dia, seperti David Beckham, terkenal bahkan sampai di kalangan pembantu rumah tangga. Maurinho bukan sekadar pelatih sepakbola. Mourinho jadi sufi? Kabar apalagi ini? Tapi, ini masuk akal! Mourinho punya bakat jadi sufi yang mumpuni. Cerdas, pantang menyerah, fokus, tegas, konsisten, belas kasih pada anak-istri, sekaligus punya humor tinggi.



 

      Hal-hal tersebut menjadi bagian dari pribadi calon sufi yang, dengan bimbingan rohani yang tepat, di kelak kemudian hari menjelma jadi Raksasa Sufi seperti Sufyan Ats Tsauri, Imam Al Ghazali, Abu Hasan As Sadzili, sampai Raja Sufi Syeikh Abdul Qadir Al Jilani. Yang paling mutakhir dan dekat dengan kita: Abuya Dimyati Banten dan Tuan Guru Ahmad Zaini Ghani Martapura. Tapi, konon bakat itu cuma 5%, yang 95% berkait dengan kemauan dan kerja keras. Kalau mau ditambah lagi, dalam dunia Islam, dan ini yang paling penting, adalah yang disebut hidayah: petunjuk. Hidayah adalah wilayah ilahiyyah, ketuhanan. Tuhan sendiri dalam Al Qur’an memberi sinyal: hanya orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari jalan Tuhan saja yang dijanjikan memperoleh hidayah. Nah, bola di kaki Mourinho. Mau digiring dan digolkan ke gawang dunia sufi, atau sekadar Cuma jadi seperti sekarang saja. Walloohu a’lam.  

 

(K.H. Muhammad Fuad Riyadi)

Tag : Fatwa Kyai
0 Komentar untuk "Jose Mourinho Jadi Sufi"

Back To Top