Tersesat Masuk Surga

Kyai Itu Ulama



Kyai disini maksudnya ulama akherat pewaris perjuangan para nabi. Bukan kyai ala orang Jawa; tiap lelaki mati digelari kyai, tiap barang yang dianggap bertuah seperti gamelan di kraton, keris, tombak, meriam –saking katroknya— disebut kyai (capek dech…). Ulama akherat? Yess! Nabi bersabda; ulama itu 2 macam, ULAMA AKHERAT kekasih Allah dan…na’udzubillah: ULAMA DUNIA alias ULAMA SU’ alias ulama katrok kekasih Iblis, lebih dangerous ketimbang Dajjal! Bergaul dengan ulama akherat, laksana bersahabat dengan para nabi. Bergaul dengan ulama dunia, bagaikan menjadi pacar sang iblis.

 

Bagaimana cara membedakannya?

 

        Ulama akherat obsesif terhadap kesuksesan akherat, cuek pada duniawi. Yang dibicarakan, yang dipikirkan, yang diprihatinkan, yang diinginkan adalah kehidupan sejahtera di akherat. Apa saja ujungujungnya akherat. Kesuskesan hidup di akherat di yang diinginkan ulama di sini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk sebanyak mungkin hamba Tuhan. Kebanyakan doa barisan makhluk mulia ini adalah: “Ya Tuhanku, kasihilah umat Muhammad, sayangilah mereka, berilah mereka petunjuk, baguskanlah perilaku mereka.” Umat Muhammad di sini bisa diartikan dengan seluruh jin dan manusia yang lahir setelah dimulainya kenabian dan kerasulan Baginda kita Muhammad SAW.

 

           Tak heran, dengan melihatnya saja kita jadi teringat Tuhan, dan hati pun jadi tenang-tentram. Bukankah Tuhan sendiri telah berfirman yang artinya kurang lebih: “Ketahuilah, dengan mengingat Tuhan, hati pun jadi tenang-tentram”? Malah, Imam Al Ghazali mengemukakan, seberapa kalian ingat akherat ketika melihat sang ulama, sebegitulah derajat sang ulama. Ambil contoh, menurut pengakuan orang-orang yang pernah atau sering berziarah (mengunjungi) Abuya Dimyati Banten di masa beliau masih hidup dulu (beliau wafat tahun 2005), ketika mereka telah dekat dengan rumah beliau, hati mereka tak bisa berhenti dzikrulloh; bertahlil, bertasbih, bersholawat nabi, dan lain-lain. Bilamana mereka telah duduk menghadap Abuya, serasa mereka tak lagi berada di dunia, tetapi berada di wilayah ilahiyyah yang tak terceritakan keheningankenikmatan-ketentraman-kebahagiaannya. Begitu pula ketika seseorang duduk menghadap Habib Anis Al Habsyi Solo (almarhum), Tuan Guru Zaini Ghani Martapura (almarhum), KH Abdul Mukhit Nawawi Jejeran. Deskripsi pengalaman spiritual berjumpa dengan para ulama akherat ini, bagi yang telah mengalami sendiri, tentu percaya 100 %. Namun, bagi yang belum mengalaminya, tidaklah mudah untuk mempercayainya. Jikalau hanya bertemu ulama akherat saja hebatnya seperti dituturkan di atas, tentunya tak terbayangkan bagaimana dahsyatnya pengalaman spiritual menghadap para Nabi dan Rasul. Walloohu a’lam.

 

(K.H. Muhammad Fuad Riyadi)

Tag : Fatwa Kyai
0 Komentar untuk "Kyai Itu Ulama"

Back To Top