|
MENGENANG SANG WALI QUTUB (ABUYA DIMYATI) |
|
Ditulis oleh Yuliantoro S.Sos
|
|
Tuesday, 25 August 2009 |
Sinopsis Buku: Manakib Abuya Cidahu (Dalam Pesona langkah di Dua Alam) Alangkah ruginya orang Indonesia kalau tidak mengenal ulama satu ini. Orang bulang Mbah Dim, Banten atau Abuya Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin. Beliau adalah tokoh kharismatik dunia kepesantrenan, penganjur ajaran Ahlusunah Wal Jama’ah dari pondok pesantren, Cidahu, Pandeglang, Banten. Beliau ulama yang sangat konsen terhadap akhirat, bersahaja, selalu menjauhi keduniawian. Wirangi (hati-hati dalam bicara, konsisten dalam perkataan dan perbuatan). Ahli sodakoh, puasa, makan seperlunya, ala kadarnya seperti dicontohkan Kanjeng Nabi, humanis, penuh kasih sesama umat manusia. Kegiatan kesehariannya hanya mulang ngaji (mengajar ilmu), salat serta menjalankan kesunatan lainnya. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 25 August 2009 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Ditulis oleh administrator
|
|
Thursday, 25 September 2008 |
Tak Ada Kain Kafan Cukup Menutupi Jenazahnya Meniggalkan kemewahan dunia demi menggapai Surga. Itulah yang dilakukan Mus’ab bin Umair ketika masuk islam. Dia pemuda kota Makkah yang didambakan para ibu agar menjadi menantunya. Di samping tampan perilakunya juga baik, murah senyum dan sopan, idaman dan pujaan para wanita. Hal itu dapat dipahami karena Mus’ab anak orang berada. Kedua orang tuanya kaya raya. Ia juga sangat dimanja. Apa pun yang ia minta selalu dituruti orang tuanya. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 25 June 2009 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Hanzhalah bin Abu Amir Pejuang Islam yang Dimandikan Malaikat |
|
Ditulis oleh administrator
|
|
Wednesday, 24 September 2008 |
Kenikmatan dunia tidak sebanding nikmatnya menghadap sang Khalik dalam keaaan syahid. Begitulah prinsip yang dipegang oleh salah seorang sahabat Rosulullah saw, Hanzhalah Bin Abu Amir |
|
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 28 May 2009 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
KISAH PENGALAMAN WALI ALLAH |
|
Ditulis oleh administrator
|
|
Tuesday, 11 March 2008 |
SOLO (Lidahwali): Suatu kisah pengalaman seorang wali bernama Yasid Bustami. Satu hari seorang temannya datang pada Yasid Bustami untuk mengadu, “Saya telah berpuasa tiap hari dan melakukan salat setiap malam selama 30 tahun tetapi tidak juga memperoleh keringanan batin seperti yang engkau ceritakan. Yazid Bustami pun memotong kata-kata temannya “Kalaupun engkau melakukan salat dan berpuasa selama 300 tahun, engkau pasti tidak dapat menemukannya.” |
|
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 25 June 2009 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
WALI WAFAT DI HADAPAN PARA WALI |
|
Ditulis oleh administrator
|
|
Friday, 29 February 2008 |
Ada seorang wali Allah bernama Abu Jahir telah keluar dari negerinya dan tinggal di sebuah tempat yang jauh dari kampung asal bersama istri dan keluarganya yang lain.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 28 May 2009 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
|