HOME
Tuesday, 07 September 2010
MENGAPA “TERSESAT MASUK SURGA
Fatwa
Sunday, 15 June 2008
Semboyan “Tersesat masuk surga” membuat banyak orang menduga-duga maksudnya: Mau bikin aliran sesat? Mau membela aliran sesat? Atau bagaimana? Jangan asal bikin semboyan, brow!
Semboyan tersebut memang slengekan, lebih tepatnya guyon maton, tapi tidak asal-asalan, tidak asal ngawur dan ada dasarnya. Kelihatan gaul dan bikin penasaran. Apa dasarnya? Ada peristiwa, kurang-lebihnya begini: Suatu ketika, Nabi SAW bersabda kepada para Sahabat: Tidak ada orang yang pantas masuk surga karena amal baiknya. Para Sahabat heran, dan bertanya: Termasuk kami, para Sahabatmu ini Ya Rasul? Nabi menjawab: Termasuk kalian juga. Sahabat makin heran dan ketakutan, lantas bertanya lagi: Bagaimana dengan dirimu, Ya Nabi? Sabda Nabi makin mengejutkan: Termasuk diriku, tidak pantas masuk surga karena amal baikku. Para Sahabat pucat, mereka bergumam: Berarti tidak ada yang masuk surga…Dalam situasi genting, Nabi justru tersenyum, dan bersabda: Banyak, banyak sekali yang masuk surga. Insyaallah termasuk kita. Tapi, kita ini masuk surga karena belas-kasih Allah, bukan karena amal kebaikan kita. Amal kebaikan kita itu untuk mengimbangi nikmat yang telah dianugrahkan Allah kepada kita saja takkan cukup…” Ya, orang masuk surga itu karena belas-kasih Allah, bukan karena amalnya. Allah biasanya mencurahkan belas-kasihNya buat siapa saja yang sungguh-sungguh berusaha menghamba kepadaNya. Rubrik ini pada kesempatan-kesempatan mendatang, insyaallah akan membahas mengenai bagaimana kita bisa “sungguh-sungguh berusaha menghamba kepadaNya” dengan cara-cara yang sederhana dan wajar-wajar saja. Kalau Nabi (yang bersih dari dosa) dan para Sahabat (yang amat luar-biasa amal ibadahnya) saja tidak mengandalkan amal baik tetapi mengharap belas-kasihNya agar bisa masuk surga, lantas bagaimana dengan kita-kita ini yang keterlaluan rajin berbuat dosa dan keseringan lupa kepadaNya? Lho, dosa apa dan yang mana? Duh, hanya orang-orang yang belum banyak tahu ilmu agama saja yang tidak merasa: tambah umur, tambah rekening dosanya. Hanya orang-orang yang tertipu setan saja yang merasa dirinya bersih dari dosa... Kalau ada yang bilang: aku banyak beramal. Amboy, pasti orang ini belum pernah baca mengenai kedahsyatan ibadahnya para Sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in dan ulama-ulama salaf. Yah, beginilah kita: amal baik tak seberapa, dosa-dosa tak bisa dihitung saking banyaknya, tapi ingin masuk surga, berkat belas-kasihNya… Ibarat orang jalan, sebenarnya perilaku kita ini lebih pantas menuju neraka. Tapi, karena belas-kasihNya, kita tersesat masuk surga. Tulisan ini juga dimuat di Koran harin merapi pada tanggal 14-06-2008
Terakhir Diperbaharui ( Thursday, 25 June 2009 )
Kyai
Ngaji Kitab Kuning
ABSTRAK 2010
Sorry, but Javascript is not enabled in your browser!
PESAN KYAI
Memandang seorang ulama dengan penuh kasih-sayang sekejap mata saja, pahalanya lebih utama daripada beribadah satu tahun: siangnya puasa, malamnya solat terus-menerus. Begitulah kira-kira sabda Al Habib SAW yang begitu popular di kalangan pesantren tradisional kita. Imam Al Ghozali mengatakan, ulama yang dimaksud hadits tersebut adalah ulama akherat –sebagai lawan dari ulama su’/busuk/duniawi. Ciri ulama akherat antara lain: jika kita memandangnya atau duduk dalam majelisnya, kita akan teringat hal-hal ukhrowi: Allah dan Rasulullah SAW beserta segala hal mengenai janji dan ancamanNya, hati diliputi ketenangan dan ketentraman serta penuh kasih-sayang, segala masalah jadi mudah dipecahkan, dsb. Tak heran bila Sayyidina Ali Kw menempatkan “wong kang soleh kumpulana/ orang soleh –yakni ulama akherat—dekatilah” pada urutan ketiga dari resep Tombo Ati. Wajar bila kyai-kyai tradisional itu sampai kini, bahkan insyaallah sampai kapan pun, mesti melayani kunjungan para tamu.
TAHAP-TAHAP MEMBANGUN MASJID VERSI NABI
Terorisme, kemunculan nabi-nabi palsu, wacana-wacana eksklusifitas-fundamentalitas-radikalitas yang mengotori citra Islam yang adiluhung, biasanya diproduksi dari masjid-masjid yang dibangun tanpa melalui tahapan-tahapan membangun masjid seperti dicontohkan Nabi Muhammad SAW…
Sungguh para wali (kekasih) Allah sebagai pewaris para Nabi itu mulia di dunia dan akherat. Barokah Allah melalui mereka pun terus dilimpahkan bagi umat, bahkan ketika mereka telah wafat. Adakalanya sejarah hidup mereka penuh cobaan, namun dijalani bukan hanya dengan sabar, malah bersyukur. Begitu mereka wafat, hampir setiap saat makam mereka dikunjungi banyak orang. Lihatlah makam para Nabi AS beserta sahabat-sahabatnya. Setiap detik tak pernah sepi dari para peziarah. Lihat pula makam para wali. Di manapun dimakamkan, baik di timur tengah maupun di tempat lain, baik di dataran rendah maupun di pucuk gunung, tak henti-henti para peziarah mengunjung
Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, jiwa-jiwa pun menjadi tenang. Begitulah salah satu terjemahan ayat Al Qur’an yang sering dikutip para khotib. Rasul SAW juga pernah bersabda, lingkaran dzikir itu salah satu taman diantara taman-taman surga.
Arti dzikir itu kurang lebih mengingat dalam hati. Hati yang mengingat Allah akan memancing lisan untuk berucap. Bisa juga lisan yang mengucap akan memancing hati untuk mengingat. Bisa pula terjadi, mengingat di dalam hati tanpa disertai mengucapkan. Pun bisa mengucap secara lisan tetapi hatinya mbyang-mbyangan. Gabungan antara hati yang mengingat dan lisan yang mengucap itulah yang paling komplit dalam soal dzikir, paling gede pahalanya.
Ucapan salam itu maknanya paling sedikit 2 macam: (1) aruh-aruh (tegur-sapa, permisi) sebagai tanda saling kenal atau tanda menghargai, dan (2) doa, maksudnya saling mendoakan yang diucapi dan yang menjawab salam. Assalaamualaikum (semoga keselamatan untukmu), dijawab Wa’alaikumussalam (dan keselamatan semoga juga untukmu) Berkait dengan kedua macam makna itu, maka ucapan salam itu selain “Assalaamualaikum” kadang berbunyi semacam “selamat pagi, Hallo, Hai, Nuwun sewu, monggo, sugeng ndalu,” dan sebagainya.
“Hai Ibnu Mas’ud, dudukmu satu jam di majelis ilmu (agama, akherat) meskipun tak kausentuh pena dan tak kautulis satu huruf saja (pahalanya) lebih baik untukmu daripada membebaskan seribu budak, memandangmu kepada wajah ulama pahalanya lebih baik daripada engkau bersedekah seribu kuda untuk perang membela agama Allah, dan ucapan salammu kepada ulama pahalanya lebih baik daripada ibadah seribu tahun.” Begitulah sabda sahih Al Habib SAW sebagaimana dikutip oleh banyak perawi hadits, termasuk kitab Lubabul Hadits karya Syech Jalaluddin As Suyuti.
Syeh Jalaluddin As Suyuti, penulis tafsir Jalalain yang terkenal itu, mengumpulkan beberapa hadits ringkas dengan judul Lubabul Hadits (Sumsumnya Hadits). Kitab tersebut telah diartikan dalam Bahasa Jawa oleh banyak kalangan, diantaranya Pondok Pesantren Al Fitroh Jejeran Wonokromo Pleret Bantul. Di dalam salah satu bab, kitab tersebut membahas mengenai Keutamaan Masjid. Berikut ini adalah ringkasannya.
Anas RA, salah seorang sahabat Nabi SAW meriwayatkan tentang Abu Tolhah RA, sahabat Nabi SAW yang hartawan-dermawan. Kira-kira berikut ini seperti dituliskan Imam Nawawi dalam kitab Riyadlus Solihin:
Seorang ibu menyerahkan putranya kepada Syech Abdul Qodir Al Jilani agar dididik ilmu agama. Beberapa lama kemudian, si ibu itu menjenguk. Sungguh dia kaget: dilihatnya Syech Abdul Kadir sedang makan dengan lauk daging ayam (mewah) sementara putra si ibu hanya makan roti kering (mengenaskan).
Beberapa pekan lalu, kementrian pemberdayaan wanita mengumumkan hasil penelitian yang antara lain menyimpulkan: 62,7 % anak SMP sudah pernah bersetubuh/berzina. Itu baru yang SMP, lha yang SMA, yang mahasiswa, yang tua-bangka? Perkembangan industri seks yang nggegirisi di negeri kita, sudah kita maklumi. Tapi, sampai sekarang soal ini belum ditanggapi serius oleh segenap bangsa Indonesia yang mengaku ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Padahal, semua ajaran agama yang hidup di Indonesia mengutuk keras perzinahan.
Yang menyuap dan yang disuap sama-sama masuk neraka, begitulah kira-kira sabda Nabi Muhammad SAW. Semua orang juga sudah tahu. Mengapa suap-menyuap terus saja merajelela? Bahkan, dari segi istilah pun, suap-menyuap telah berkembang semakin canggih: uang pelican, kickback, feedback, uang rokok, uang terima kasih, uang setoran malah ada yang nekad memberi nama "syukuran", tali kasih dan sebagainya. Masyaallah!
Siapa saja yang mendatangi peramal, kalau dia tidak mempercayai peramal tersebut, selama 40 hari ibadahnya tidak diterima Allah. Kalau dia percaya kepada peramal tersebut, berarti dia tak percaya kepada Rasulullah SAW alias murtad. Begitulah kurang-lebih hadits yang sudah populer.
Di dalam kitab kuning, banyak kisah nyata dituliskan. Salah satunya yang popular kurang-lebih sebagai berikut. Seorang guru punya beberapa siswa. Diantara para siswa tersebut, ada satu siswa yang sangat disayangi. Sebut saja namanya si A. Hal itu membuat siswa-siswa lainnya merasa tidak terima.
Bencana dan cobaan itu tak hendak membinasakan orang beriman, hanya membersihkan dosa-dosa agar layak mendekat kepadaNya. Begitulah kira-kira fatwa Syech Abdul Qadir Al Jilani. Ini menegaskan hadits Nabi SAW: siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi lebih baik, Allah memberinya cobaan. Semakin tinggi derajat seseorang di sisi Tuhan, semakin besar bencana dan cobaan baginya.
Orang Jawa menyebut bulan Muharram dengan nama bulan Suro, diambil dari kata 'Asyuro (hari ke 10) bulan Muharrom. Rasulullah SAW pernah bersabda, jika kalian ingin puasa selain di bulan Ramadhan, puasalah di bulan Muharram (Suro). Nabi SAW menjelaskan, Muharrom adalah bulan (yang dikhususkan) Allah, bulan yang banyak diterima taubatnya para hamba (manusia).
Kyai disini maksudnya ulama akherat pewaris perjuangan para nabi. Bukan kyai ala orang Jawa; tiap lelaki mati digelari kyai, tiap barang yang dianggap bertuah seperti gamelan di kraton, keris, tombak, meriam –saking katroknya—disebut kyai (capek dech…)
KHOUF-ROJA' ATAWA CEMAS-HARAP
Khouf (khawatir, takut, cemas), menurut Syech Nawawi Al Bantani ialah bilamana hati seorang yang beriman tiada merasa aman dan tenang meskipun dia memiliki seluruh kebaikan makhluk karena khawatir Allah tak menerima satu pun dari amalnya. Roja' (harapan) ialah tidak putus-asanya orang yang beriman dari rahmat (belas kasih) Allah meskipun dia memiliki seluruh dosa makhluk: selalu menanti rahmat Allah dan berprasangka baik kepadaNya
Tiada imbalan bagi orang yang berhaji dengan mabrur selain surga, begitulah hadits Nabi Muhammad SAW yang sangat populer. Mabrur itu artinya baik. Kebalikan dari haji mabrur ialah haji mardud. Mardud artinya tertolak. Sebagaimana kaidah ibadah umum lainnya, baik di sini maksudnya diniati, dilaksanakan dan ditindaklanjuti sesuai dengan fitrah manusia: adil dan atau tidak dzalim, ihsan dan atau nasihah, simahah dan atau zakah. Tiga prinsip yang diperintahkan Allah ini hampir selalu dibacakan setiap akhir khotbah Jum'at. Di sisi lain, di dunia pesantren dikenal luas kaidah bahwa setiap ibadah tak terkecuali haji selalu membutuhkan ilmu dan amal sebelum, ketika dan sesudahnya.
Ucapkan "Tiada Tuhan selain Allah", kemudian istiqomah-lah. Begitulah kira-kira Nabi SAW telah bersabda. Istiqomah itu kurang-lebih artinya "lurus, tetap, setia, konsisten". Jadi, setelah kita beriman, hendaklah kita tetap setia dan konsisten dengan iman kita. Uniknya, dalam Al Qur'an berulang-ulang dijelaskan, bahwa ke-istiqomah-an kita itu hanya dapat diperoleh jika kita selalu memohon pertolongan dan petunjuk Allah disertai dengan terus-menerus mencari ilmu. Jadi, iman dalam Islam itu sifatnya terbuka, tidak fanatic membabi buta, tidak "pokok men kudu ngene ". Dengan kata lain, salah satu syarat istiqomah dalam iman itu harus objektif-ilmiah.
Ketika kiamat kelak, yang mula-mula diperiksa amalnya adalah tiga golongan insan. Pertama, orang yang semasa hidupnya di dunia diberi ilmu (ilmuwan, ulama, cendekiawan, intelektual). Kepada mereka, Allah bertanya, apa yang kau perbuat atas ilmumu? Mereka menjawab, Ya Tuhanku, aku mengamalkan di tengah malam dan di tepi siang dengan mengharap ridloMu. Maka, Allah pun berfirman, bohong kamu. Para malaikat juga menyahut, bohong kamu. Dulu, kamu hanya ingin disebut ( terkenal, popular) sebagai ulama/ilmuwan/intelektual, dan hal itu sudah terlaksana
Mas Abdul Wachid BS, penyair-sastrawan-dosen yang suka khusnudhon kepada semua orang itu, kaya perbendaharaan cerita tentang dunia pesantren. Ini karena beliau itu "nenek-moyangnya" memang dari pesantren, begitu pula istri beliau, Mbak Lala, Mbak Siti Wasilah, penulis cerita anak. Di samping itu,pasangan romantis ini pun selalu berusaha terus-menerus menjalin silaturahim dengan para kyai. Kalau kita kesulitan mengundang Gus Mus (KH Mustofa Bisri Rembang) misalnya, minta tolong saja pada Mas Achid (Mas Abdul Wachid BS)
Tiada daya untuk menyingkir dari kemaksiatan dan tiada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Agung. Begitulah kira-kira arti dari bacaan "Laa khaula wa laa quwwata illaa billaahil ngaliyyil ngadziim (huruf vocal dobel berarti dibaca panjang). Orang Jawa suka menyebut bacaan tersebut dengan : wolo-wolo quwoto, opo ono doyo sak liyane seko sing moho kuwoso (wolo-wolo quwoto, adakah daya kecuali dari Yang Maha Kuasa). Bacaan tersebut, menyembuhkan 99 penyakit, yang paling ringan diantaranya adalah penyakit bingung (stress), demikian pernah disabdakan Rasulullah SAW.
Nabi Dawud AS, King David, salah kaprah ditulis dengan tanpa huruf W: Daud, padahal dalam Bahasa Arab penulisannya memakai huruf Wawu dan memakai huruf V dalam Bahasa Inggris. Nabi sekaligus raja ini ditakdirkan Allah tak pernah kalah dalam peperangan. Raja Jalut, atau Goliat yang besar-kekar-perkasa pun tewas dalam perang tanding melawan Dawud AS / David yang mungil. Sampai kini, kalau ada pertarungan si Besar lawan si Kecil, selalu diingatkan mengenai kisah legendaris ini.Nabi Dawud AS berputra Nabi Sulaiman AS (King Salomon) yang terkenal sebagai raja paling bijaksana sepanjang masa. Sulaiman AS juga dapat berbicara dengan hewan dan makhluk lainnya. Demikian Al Qur'an mengabarkan kepada kita.
"Jika dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kalian sebagaimana (mestinya) manusia telah beriman!", mereka menjawab: "Mestikah kami beriman seperti para manusia bodoh itu?" Ketahuilah, sungguh (justru) merekalah yang bodoh, tetapi mereka tak menyadarinya." Begitulah kira-kira terjemahan ayat ke 13 dari Surat Al Baqoroh.
JAMAAH DALAM SOLAT WAJIB, NAFILAH DALAM SOLAT SUNAT
Solat jama’ah itu lebih utama 27 derajat dibanding solat sendiri, keutamaan solat sunat di rumah (tidak berjamaah) dibandingkan solat sunat di masjid sama dengan keutamaan solat jamaah, begitu kira-kira Nabi Muhammad SAW telah bersabda. Dalam riwayat lain, sabda beliau: solat jamaah lebih utama 25 derajat daripada solat sendiri. Jadi, 25 atau 27 derajat keutamaannya sesuai dengan kesungguh-sungguhannya, dan hanya Allah sajalah yang berhak menentukan.
JANGAN SALAH PAHAM, ISLAM=KUALITAS
“Hikmah (semua kualitas) itu milik orang beriman yang tercecer, dimana pun kalian temukan, pungutlah!” Demikianlah kurang lebih sabda Nabi Muhammad SAW yang sudah sangat populer. Maksudnya, yang sesuai dengan “iman” atau “islam” itu kriterianya adalah kualitas, yang terbaik. Terbaik untuk semesta alam, karena memang Islam itu rahmat/kasih bagi semesta alam sesuai sabda Nabi SAW yang juga sudah sangat terkenal.
Berpuasa enam hari di Bulan Syawal, pahalanya sama dengan berpuasa satu tahun, begitulah kira-kira Nabi Muhammad SAW telah bersabda. Muncullah istilah “nyawal”, maksudnya puasa enam hari di Bulan Syawal. Umumnya, pada hari kedua lebaran, “nyawal” langsung dimulai. Setelah selesai “nyawal”, ada “budo kupat”. Di beberapa kamunitas santri, khususnya di pesisir utara, “budo kupat” malah lebih meriah daripada hari pertama lebaran.
KISAH MENGHORMATI BULAN SUCI
Mbah Joyo Kandar (usia kira-kira 65) seorang buruh kasar. Pekerjaan apa saja yang penting menghasilkan upah halal, dikerjakannya. Modalnya cuma sehat dan otot mrekekel (penuh tonjolan). Pernah intensif jadi tukang becak, tapi tiga tahun terakhir ini lebih sering jadi buruh bangunan, tepatnya laden tukang. Kalau hanya menilik usia dan penampilannya yang serba tua, orang bisa kecele: ia lebih rajin dan produktif dibandingkan dengan rekan-rekannya yang masih remaja sekalipun! Ini diakui (dan ditakjubi serta jadi rebutan) para mandor yang pernah jadi atasannya.
Semua ibadah serasa lebih mudah dikerjakan di Bulan Ramadhan, karena setan dibelenggu dan anugrah Tuhan melimpah-ruah. Urusan ukhrowi bagi Pecinta Sejati terasa lebih manis, urusan duniawi bagi yang butuh serasa lebih lancar. Berkah ramadhan adalah berkah semesta, bukan milik orang beriman saja, karena Dia Maha Mengasihi seluruh hambaNya. Iman atawa kafir, adalah soal nasib setelah memasuki barzah dan segenap rangkaian berikutnya. Tanpa paksaan, tinggal pilih beserta konsekuensinya
Diantara tayangan adzan di berbagai televisi kita, saya paling senang dengan adzan subuh RCTI sekarang ini. Itu salah satu adzan terbaik dari muadzin Masjidil Haram Mekah. Menurut saya, ibarat karya seni, itu temasuk adzan avangarde. Cengkoknya yang sulit ditiru, lebih-lebih oleh muadzin Melayu, mengharu-biru tiap jiwa yang merindukan Tuhannya. Padahal, setahu saya, adzan tersebut bukan penampilan yang paling dahsyat dari muadzin yang sama. Yang biasa saja indahnya kayak gitu, apalagi kalau kita beruntung bisa mendengar penampilan yang luar biasa dari muadzin tersebut.
(1) Barangsiapa gembira dengan datangnya Bulan Ramadhan, Allah mengharamkan orang tersebut dari neraka, (2) Andai umatku tahu kandungan Bulan Ramadhan, tentulah mereka menginginkan Ramadhan sepanjang tahun, (3) Ramadhan itu bulan penuh rahmat, ampunan dan anugrah, (4) Takkan rugi orang yang berdoa di Bulan Ramadhan, demikianlah kurang-lebih beberapa sabda Baginda SAW. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah bagi orang yang beriman. Begitu banyak sabda Tuan Kita SAW tentang keistimewaan, kedahsyatan, keindahan beserta peluang ukhrowi di bulan suci ini.
Firman Allah berkenaan dengan syukur, sudah sering kita dengar. Misalnya; (1)Sungguh, jika kalian bersyukur (atas nikmat yang telah Kuberikan), akan Aku tambah, tapi jika kalian kufur/ mengingkari nikmat, sungguh siksaKu amat berat… (2) Siapa saja yang bersyukur, (faedah) syukurnya itu untuk dirinya sendiri… (3) bersykurlah kalian kepadaKu dan kepada kedua orang tua kalian. Memang, ayat Al Qur’an yang mengingatkan kita akan pentingnya bersyukur, begitu banyak.
Ya Allah, Dzat Pemilik anugrah, bukan penerima anugrah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau: Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisiMu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rejeki, maka hapuskanlah (semua itu). Hapuskanlah, Ya Allah, dengan anugrahMu: celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rejeki dan tetapkanlah aku di sisimu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang beruntung, luas rejeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan. Sunguh Engkau telah bersabda dan sabdaMu pasti benar, di dalam Kitab SuciMu yang telah Engkau turunkan dengan lisan nabiMu yang terutus: Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang dikehendakiNya dan di sisi Allah terdapat Ummul Kitab. Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak di malam pertengahan bulan Sya’ban nan mulia, saat segala perkara yang ditetapkan dibedakan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi RahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi. Semoga Allah melimpahkan solawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau. Amin.
BEBERAPA POKOK PIKIRAN SIMPAN PINJAM CARA ISLAM
Bismillaah, wal hamdu lillaah, wash sholaatu was salaamu ‘alaa Rosuulillaah: Muhammad ibni ‘Abdillaah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wa ba’du:
Ada lembaga mencari laba, ada lembaga tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa.
Lembaga mencari laba adalah perdagangan dalam berbagai bentuk, lembaga tolong-menolong diantaranya adalah zakat, sodaqoh, infak, dan utang-piutang.
Utang-piutang.
Utang-piutang sebagai salah satu lembaga tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa bertujuan mendapat pahala dan ridlo Allah di akherat, dan barokah kemudahan dan kelimpahan rejeki di dunia,dll. Memberi hutang nilainya sama dengan sodaqoh, malah ada pendapat: melebihi sodaqoh. Siapa saja yang suka menolong hamba Allah, Allah pun suka menolongnya, begitu hadits yang sudah sering kita baca.
Orang yang sejak kecil terus-menerus tekun beribadah dilandasi ilmu yang mumpuni, wajar bila di masa tua winasis, ngerti sak durunge winarah, sakti mandraguna, tahu tanpa melihat, mampu menebak isi hati orang lain.
Contohnya mungkin nenekku, almarhumah Nyai Hajjah Sangidu Wonokromo Pleret Bantul. Beberapa kali aku “kena tembak” beliau. Salah satunya menyangkut soal jenggot
J um’at itu rajanya hari-hari, begitu sabda Nabi SAW. Keagungan Hari Jum’at bahkan melebihi Hari Raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha. Allah menganugrahkan Hari Jum’at untuk ummat Muhammad SAW. Orang Islam yang mati MalamJum’at atau Hari Jum’at, bebas dari pertanyaan Alam Kubur, sejahtera sejak di sana, mati syahid. Sebelumnya, Hari Sabtu adalah hadiah Allah untuk ummat-ummat terdahulu.
“Sungguh Allah melimpahkan solawat dan para malaikat memohonkan solawat untuk Nabi SAW, maka wahai orang-orang yang beriman, bacakanlah (mohonkanlah) solawat untuknya…” Potongan ayat ini hampir pasti dibacakan para khotib pada khutbah bagian kedua.
Menurut kalender, sejak Jum’at (4 Juli 2008) kemarin, kita telah masuk Bulan Rejeb, atau Rajab atau Rojab. Rejeb itu satu diantara empat bulan yang dimuliakan Allah. Nabi SAW mengalami Isro’ Mi’roj juga pada Bulan Rejeb. Beribadah pada waktu-waktu yang dimuliakan Allah, termasuk selama Bulan Rejeb, pahalanya di akherat dan barokahnya di dunia dilipatgandakan.
Siapa yang tak ingin bahagia, sukses, pintar, kaya, sehat, selamat, sejahtera dunia-akherat? Siapa yang tak ingin terhindar dari duka-lara, kegagalan, kekurangan, marabahaya, bencana, kecelakaan, wabah penyakit?
MENGAPA “TERSESAT MASUK SURGA
Semboyan “Tersesat masuk surga” membuat banyak orang menduga-duga maksudnya: Mau bikin aliran sesat? Mau membela aliran sesat? Atau bagaimana? Jangan asal bikin semboyan, brow!
S egeralah kalian bertaubat sebelum kalian meninggal dan segeralah kalian beramal sebelum kalian sibuk, demikian kurang-lebih Nabi SAW pernah bersabda.
IKHLAS yang kurang-lebih artinya “murni, bersih tanpa campuran apapun” merupakan cabang iman ke kesebelas versi Syeh Nawawi Al Bantani.
MENGAGUNGKAN SYI’AR AGAMA
Mengagungkan syi’ar-syi’ar atau icon-icon atau symbol-simbol agama Islam, ditempatkan pada urutan ke sepuluh dalam urut-urutan cabang keimanan yang jumlahnya 77 oleh Syeh Nawawi Al Bantani. Merasakan kemegahan tatkala memakainya, adalah salah satu perwujudannya.
Membaca Jalan Pikiran Gus Dur
Sungguh disayangkan Muhaimin Iskandar, politisi muda berbakat luar biasa itu, akhirnya memilih langkah menuju ketidakjelasan karier politiknya. Pekan-pekan terakhir ini, dia mengulangi kekeliruan yang telah “dicontohkan” Mathori Abdul Jalil dan Alwi Shihab; melawan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) di jagad PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Seperti biasanya, Gus Dur “dengan seenaknya” dan over PD (percaya diri) bilang, perlawanan Muhaimin hanya sia-sia. “Seperti yang sudah-sudah, nanti saya yang menang (lagi)”, demikian pernyataan Gus Dur kurang lebihnya.
MENGAGUNGKAN NABI MUHAMMAD SAW
Pribadi Nabi Muhammad SAW yang teduh, anggun, kasih dan agung secara objektif diakui baik oleh orang non-Islam maupun orang Islam. Michael J Hart –kalau keliru menuliskan namanya harap dikoreksi— seorang ilmuwan non-Islam, menempatkan Muhammad SAW dalam urutan 100 tokoh paling berpengaruh di dunia dalam urutan pertama. Syech Nawawi Al Bantani menempatkan pengagungan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai cabang keimanan yang ke 9 diantara keseluruhan cabang-cabang keimanan yang menurut beliau ada 77.
CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH
Tali iman yang paling kokoh ialah bilamana engkau suka karena Allah dan benci karena Allah, begitulah kira-kira sabda Nabi yang telah diriwayatkan Imam Ahmad. Suka atau cinta dan benci karena Allah dalam urut-urutan cabang keimanan, oleh Syeh Nawawi Al Bantani ditempatkan pada urutan ke delapan
Mencintai Allah dan Rasulullah Muhammad SAW, dalam kitab Futuhul Madaniyyah karya Syech Nawawi Al Bantani ditempatkan pada urutan ketujuh diantara cabang-cabang keimanan yang dalam kitab atau buku tersebut disebutkan tujuhpuluh tujuh cabang. Selanjutnya, Syeh Nawawi mengutip hadits yang diriwiyatkan dua guru –Imam Buchori dan Muslim—bahwa Rasulullah telah bersabda yang kurang-lebih artinya; “Tiga perkara, siapa saja yang dirinya mengandung tiga perkara, dia akan menemukan manisnya iman; (1) mencintai Allah dan Rasulullah melebihi kecintaannya kepada selain keduanya, (2) mencintai seseorang semata-mata karena dan dalam koridor (perintah) Allah, (3) benci kalau sampai kembali ke dalam kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran, sebagaimana dia benci kalau sampai dicemplungkan ke dalam neraka
Tatkala manusia usahakan nafkah, ketahuilah, tangan-tangan yang giat kerja itu disukai Allah. DIA hargai unjuk kerja dan tetesan keringat hamba. DIA murkai hamba yang makan riba. Betapa keji riba! Usahakan nafkah tanpa jerih-payah!
Yang dimaksud beriman kepada Hari Akhir yakni percaya pada adanya hidup setelah kematian, meliputi adanya kehidupan di alam barzah (alam kubur), hari kehancuran semesta (kiamat qubro, kiamat besar), hari kebangkitan dari alam kubur, hari pemeriksaan dan penghitungan amal (hisab), hari penimbangan dan pengadilan, tugas melewati titian yang membentang dari mahsyar (padang tempat pengadilan) di satu ujung dan di ujung lainnya membentang surga serta di bawahnya jurang neraka menganga, adanya surga dan neraka. Dalam urutan rukun iman, beriman kepada hari akhir ini berada pada urutan keenam.
Senantiasakan kalian menetapi niat yang bagus di setiap tindakan. Niat yang bagus berarti menujukan tindakan semata karena Allah. Dan dimaksud nasehat itu, tindakan atau ucapan yang dilakukan demi memperbaiki diri atau orang lain menuju pencapaian yang bagus menurut Allah. Lakukanlah dengan niat yang bagus saat kalian bernasehat.
IMAM At Tirmidzi meriwayatkan satu hadits yang sudah sangat populer, kurang-lebihnya berbunyi, ”Tidaklah seorang hamba beriman --baca: secara sempurna-- hingga dia beriman pada takdir; takdir baik atau takdir buruk, dan hingga dia meyakini bahwa apa saja yang menjadi kepastian (takdir) bagi dirinya tak akan bisa dihindarkan dari dirinya, serta apa saja yang bukan menjadi kepastian (takdir) bagi dirinya tak akan bisa mengenai dirinya. Dalam redaksi kalimat yang berbeda, Allah kurang lebih telah berfirman di dalam Al Qur’an yang artinya, “…Bahkan tiada selembar daun yang gugur kecuali telah tertuliskan dalam Buku Catatan (takdir)…”
IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
DALAM urut-urutan rukun Iman, mengimani atau mempercayai kitab-kitab Allah atau buku-buku suci yang diturunkan Allah kepada para nabi, menempati urutan ketiga. Setelah beriman kepada Allah dan malaikatnya, seorang muslim wajib mengimani kitab-kitab Allah.
Para ulama sepakat, bahwa mengimani keberadaan malaikat hukumnya wajib. Dalam urutan rukun-rukun iman yang jumlahnya 6 (menurut madzhab sunni) atau 7 (menurut madzhab syi’i) dan cabang-cabang keimanan yang jumlahnya sekitar 78, beriman kepada malaikat ini menempati urutan kedua.
Hanya orang-orang yang memperoleh hidayah (petunjuk) dan taufik (pertolongan) Allah saja yang dapat beriman kepadaNya. Alam semesta dengan segenap keajaiban sekaligus keteraturannya, ayat-ayat Al Qur’an yang tak tertandingi dari segala segi, akal yang sangat canggih, semuanya tak berarti apa-apa bagi orang yang tak mendapat bagian dari hidayah dan petunjukNya. Sungguh ajaib orang yang tak beriman, tapi lebih ajaib lagi orang bisa beriman, demikian salah satu ungkapan klasik.
ORANG BAKHIL JANGAN MIMPI MASUK SURGA
(Lidahwali): Inginkah anda sekalian menjadi orang takwa atau saleh? Resep menjadi orang takwa itu mudah. Tak perlu susah-susah harus sekolah ke TKIT, SDIT, SMPIT atau SMAIT dengan biaya mahal. Lantas apa resepnya?Guru kami KH Muhammad Fuad Riyadi memberikan resep yaitu: Ngaji Ilmu agama dengan konsisten, memperbanyak sedekah dan memperbanyak membaca salawat Nabi SAW.“Kalau orang itu selalu mendatangi majelis ilmu (mengkaji ilmu) secara konsisten,
Beliau saat tulisan ini dibikin kira-kira berusia 70-an tahun. Sudah hampir setahun sakit. Tak jelas sakitnya. Tak mandi. Telanjang. Selalu di tempat tidur. Maksudnya, bale-bale bambu di kamar bambu setengah terbuka. Meracau entah dengan bahasa apa.Wajar, jika 99 % orang Wonokromo Pleret Bantul tempat domisilinya, menganggap beliau “hanya orang gila biasa”.
Aliran sesat, seperti diributkan bulan-bulan kemarin,
adalah fenomena yang sejak dulu ada dan akan terus ada, sampai hari kiamat tiba.
FIQIH JUAL ANJING DAN MAKAN BEKICOT
Barang najis itu tidak boleh diperjualbelikan. Haram makan barang-barang yang menjijikkan.Demikian tertulis di kitab kuning.
JOSE MOURINHO JADI SUFI ?
Kebangetan rasanya kalau tak tahu siapa Mourinho. Sukses bersama FC Porto, melambung bersama Chelsea, menolak melatih timnas Inggris, dan pekan-pekan ini dikaitkan dengan beberapa klub raksasa: Barcelona, AC Milan, Real Madrid, sampai Liverpool. Maurinho bukan sekadar pelatih sepakbola. Dia, seperti David Becham, terkenal bahkan sampai di kalangan pembantu rumah tangga