HOME arrow ARTIKEL arrow ARTIKEL RELIGI arrow SAUDARA SEJATI ADALAH SAUDARA SE-IMAN
Tuesday, 07 September 2010
SAUDARA SEJATI ADALAH SAUDARA SE-IMAN
Ditulis oleh Yuliantoro S.Sos   
Tuesday, 07 July 2009

Pemimpin sejati adalah pemimpin yang memandang adil semua orang yang dalam perwaliannya – orang yang nasibnya ikut ditentukannya - tidak memandang hubungan darah ataupun kepentingan dunia semata.

 

Suatu ketika dalam dialog santai dengan para santri Kiai Fuad mengungkapkan perasaannya, “Setiap santri adalah anak-anakku, posisi mereka bagiku sama dengan anak-anak kandungku. Anak-anak  kandungku adalah titipan Allah dan Aku takut bila hatiku tertambat kepada mereka akan mengurangi ketaatanku pada-Nya.” Pada umum orangtua itu suka membanggakan anak kandungnya. Namun bagi Guruku, Kiai Fuad, anak kandung adalah titipan Allah yang dapat  menjadi fitnah di akhirat kelak bila terlalu mencintai mereka sehingga mengurangi kecintaan pada Allah.

Salah satu doa yang diajarkan Beliau kepadaku adalah “Ya Allah, sesungguhnya diriku, harta bendaku,  anak, istri/suami, semua adalah titipan dari-Mu. Aku serahkan penjagaan mereka kepada-Mu.”

Ketika gempa besar melanda Jogja, yang pertama-tama diingat beliau adalah santri-santrinya. “Mereka  (santri-santri) adalah anak-anakku. Kami semua terikat dalam persaudaraan abadi, persaudaraan dalam keimanan, yang lebih kuat jika dibanding persaudaraan karena sedarah semata. Karena persaudaraan sedarah yang berbeda keyakinan akan menghalangi sampainya kasih sayang kepada mereka. Saudara dalam keimanan yang dipersatukan oleh ilmu, adalah saudara sebenar, saudara sejati. Karena nantinya Insya Allah kami akan masuk surga, bersama-sama, berombongan –rombongan.” papar Kyai Fuad lebih lanjut. “Dulu, bila ada sahabat yang tidak sholat berjamaah Para Sahabat Rasulallah akan berta’ziah, berbela sungkawa karena sahabat tersebut akan ketinggalan rombongan di akhirat kelak. Seharusnya para santri juga melakukan hal yang sama. Bila ada saudara yang mangkir ngaji, harus dita’ziahi karena bila keterusan  akan ketinggalan dalam rombongan jamaah ngaji.”

Dalam biografinya, Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (Kakek Habib Anis al Habsyi, Solo) pernah ditanya mengapa lebih sering merindukan Habib Abu Bakar di banding ayah kandungnya sendiri. Habib Ali menjawab, bahwa Habib Abu Bakar adalah bapak ruhaninya, yang menjaganya semenjak beliau berada dalam sulbi bapaknya. Sementara ayah kandungnya adalah bapak biologis yang mengantarkan keberadaannya di dunia.

Habib Ali sama sekali tidak bermaksud mengecilkan arti ayah kandungnya. Namun kenyataan bahwa guru adalah penerus risalah Nabi, maka guru berhak mendapatkan penghormatan lebih. Yang membedakan derajat seseorang di mata Allah adalah amal (sedang ilmu adalah dasar amal) dan bukan nasab semata. Jika kelak Allah mengijinkan kita masuk surga, maka yang diikuti adalah bapak rohani dan bukan bapak biologisnya. Bapak rohani adalah pemimpin rombongan dan kita adalah jamaah dalam rombongan tersebut. Jika kita mengamalkan ilmu yang kita peroleh dengan sungguh-sungguh sehingga derajat kita tinggi di sisi Allah dan kita diberi hak untuk memberi syafaat sebagai berkah dari menjadi ahli ilmu, Insyaallah kita akan dapat bersama-sama keluarga kita (anak, istri/suami, bapak-ibu kakak adik dan semuanya)

Di masa kekinian ketika ajaran Islan terpinggirkan dan cenderung dirusak oleh Negara (dengan adanya larangan poligami, larangan merokok, haji sekali saja dan lain-lain) jihad yang terbaik adalah dengan mencari ilmu, mengamalkan dan mensyiarkannya. Pejuang Islam di masa kekinian adalah orang-orang yang berpegang pada sunnah rasul (Ahlul sunnah wal jamaah) sehingga bisa melestarikan risalah yang dibawa Rasul.

Kewajiban mencari ilmu berlaku mutlak, bagi laki-laki maupun perempuan tanpa ada batas usia dan pada keadaan. Sempurna amal karena ilmu, tertolak amal karena tidak didasari ilmu. Allahu Akbar. ***

Terakhir Diperbaharui ( Tuesday, 07 July 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Design by lidahwali.com | Powered by Roudlotul Fatihah |

Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah
Kampung Santri, Kulon Gunung Sentono, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Indonesia 55791
Copyright© 2008 lidahwali.com
Developed By Lidahwali.com