|
PART ONE ****** Maha Suci ENGKAU, ya ALLAH ENGKAU adalah Tuhan yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-MU; Maha Dahulu yang tiada permulaannya; Wujud-MU Kekal yang tiada berpenghabisan. ENGKAU Maha Abadi, tiada penghabisannya; Maha Kekal, tiada keterputusan sama sekali. ENGKAU tidak akan sirna dan tidak akan lenyap; berkesifatan dengan segala sifat ke-Agung-an. ENGKAU tidak terkena hukum musnah maupun terputus meski berlalunya masa habis dari berbagai macam waktu (bahkan ENGKAU Maha Dahulu dan Maha Akhir, Maha Lahir dan Batin, Maha Mengetahui segala sesuatu). ENGKAU bukanlah merupakan suatu benda yang dapat digambarkan. ENGKAU tidak menyamai apapun yang mawjud, dan tidak suatu mawjud-pun yang menyamai Sifat-MU. ENGKAU tidak dilingkari oleh penjuru dan arah, tidak pula dalam kandungan bumi ataupun langit. ENGKAU ”ber-istiwa’ –bersemayam– di atas ‘Arasy” sebagaimana keadaan yang ENGKAU Firmankan Sendiri dan dengan pengertian yang ENGKAU Kehendaki Sendiri pula.
Maha Suci ENGKAU, ya TUHAN ENGKAU Ada di atas ‘Arasy dan langit tapi juga di atas segala sesuatu sampai dasar tanah dan di batas bumi, dan ke-Atas-an ENGKAU tidak menambah jarak dekatnya kepada ‘arasy ataupun langit sebagaimana juga tidak menambah jauhnya dari bumi dan tanah (bahkan ENGKAU Maha Tinggi derajatnya dari ‘Arasy dan langit sebagaimana juga Maha Tinggi derajatnya dari bumi dan tanah). Sekalipun demikian, ENGKAU tetap Maha Dekat dengan segala hal yang wujud, ENGKAU lebih dekat kepada hamba-MU daripada hamba tadi ke urat lehernya sendiri sebab ke-Dekat-an ENGKAU tidak sama dengan pengertian dekatnya segala macam benda, sebagaimana Dzat-MU juga tidak sama dengan dzat benda-benda tadi. ENGKAU tidak bertempat di sesuatu benda, dan tidak sesuatu bendapun yang bertempat dalam Dzat-MU. Maha Suci ENGKAU, dari situasi dilingkungi oleh sesuatu tempat, sebagaimana Maha Suci-nya ENGKAU dari situasi dibatasi oleh masa (bahkan ENGKAU telah Ada sebelum Menciptakan zaman dan tempat, sampai sekarang pun ENGKAU tetap pada Keadaan-MU dahulu). Dzat-MU dapat ditatap nanti di surga, yang ini merupakan suatu kenikmatan dari-MU dan Belas-Kasih bagi hamba-hamba yang berbakti kepada-MU, dan sebagai penyempurnaan kenikmatan yang ENGKAU karuniakan yakni menyaksikan sendiri Wajah-MU yang Maha Mulia. Maha Suci ENGKAU, ya ALLAH ENGKAU adalah Tuhan Maha Luhur, Maha Hidup, Maha Memaksa, Maha Pemberi balasan yang tak akan dihinggapi keteledoran dan kelemahan, tidak pula terkena kantuk dan tidur, juga tidak dihinggapi sifat rusak dan mati. ENGKAU adalah Maha Satu dan Sendiri ketika Menciptakan dan Membuat segala sesuatu yang baru, Maha Esa dalam Mengadakan dan Membentuk. ENGKAU adalah Maha Mengetahui segala sesuatu yang dimaklumi, meliputi segala hal dan peristiwa yang terjadi, mulai dari dasar tanah sampai ke puncak langit, tak terhalang untuk ENGKAU Lihat meski seberat debu yang ada di bumi dan langit (bahkan ENGKAU, ya TUHAN, Mengetahui geraknya seekor semut hitam di waktu malam kelam yang berjalan di atas batu licin yang berwarna hitam. ENGKAU Mengetahui pula geraknya sebutir debu di tengah-tengah cakrawala. ENGKAU Maha Mengetahui segala yang dirahasiakan dan yang disembunyikan. ENGKAU Ketahui pula hal-hal yang terlintas dalam kalbu, hal-hal yang tergerak dalam ingatan ataupun rahasia yang ditutup-tutupi. Semuanya itu ENGKAU Maklumi dengan sifat ‘Ilmu-MU yang dahulu dan sejak jaman azali. Sifat sedemikian ini telah ENGKAU Miliki sejak azalinya jaman azali yang dahulu sekali. Maha Suci ENGKAU, ya TUHAN ENGKAU adalah Maha Menghendaki pada semua yang mawjud. ENGKAU Maha Pengatur segala yang terjadi, tidak sesuatupun yang berlaku dalam Kerajaan dan Pemerintahan-MU melainkan semuanya itu pasti dengan Sebab sudah ditetapkan dengan qadla dan taqdir-MU, dalam Kebijaksanaan dan Kemauan-Mu. Apapun yang ENGKAU Kehendaki pasti terlaksana dan apapun yang tidak ENGKAU Kehendaki pasti tidak dapat terlaksana, hal ini tidak ada yang dapat menghalang-halangi Keputusan yang ENGKAU telah Tetapkan. Tidak ada satu makhlukpun yang dapat menyalahkan Hukum-MU. Maha Suci ENGKAU, ya TUHAN ENGKAU adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Tidak ada satupun yang terhalang dari Pendengaran-MU segala yang terdengar meski amat halusnya. Tidak ada pula satupun yang terhalang dari Penglihatan-MU segala yang terlihat meski amat kecil. Pendengaran-MU tidak tertutup karena jauh dan Penglihatan-MU tidak tertolak karena gelap. Pendengaran dan Penglihatan-MU itu tidaklah sama dengan pendengaran atau penglihatan seluruh makhluk sebagaimana Dzat-MU juga tidak sama dengan dzatnya makhluk manapun. Wallaahu a’lam Laksamana Hsin Bo (To be continued) |