HOME arrow ARTIKEL arrow ARTIKEL RELIGI arrow Dzikrullaah (Mendzikiri ALLAH) part 2
Tuesday, 07 September 2010
Dzikrullaah (Mendzikiri ALLAH) part 2
Saturday, 30 January 2010

PART TWO

******

Ya Tuhan,

limpahkanlah rahmat ta’zim kepada Kanjeng Nabi saw (Tuan kami)

sebanyak bilangan jumlahnya kedermawanan budi baiknya kepada kami

baik yang mulai kami ketahui maupun yang akan kami ketahui

memperkenalkan kami dengan ENGKAU, ya Tuhan.

 

Maha Suci ENGKAU, ya TUHAN

ENGKAU Maha Ber-Firman, Pemberi Perintah dan Larangan serta Pemberi Janji dan Ancaman. Al-Qur’an, Tawrat, Injil dan Zabur adalah kitab-kitab yang ENGKAU turunkan ke para rasul-MU ‘alaihimussalam dengan Cara Ber-Firman yang itu merupakan Sifat dari Dzat-MU –bukan sesuatu makhluk dari sekian banyaknya macam makhluk-MU. Al-Qur’an adalah Firman-MU dan bukannya makhluk –sebab bila ia makhluk, tentulah akan rusak dan sirna. Al-Qur’an adalah Firman-MU, bukannya sifat dzat makhluk –sebab bila demikian tentulah Al-Qur’an akan punah.


Maha Suci ENGKAU, ya ALLAH

ENGKAU Tuhan yang Maha Bijaksana dalam segala Perbuatan-Mu, Maha Adil dalam segala Keputusan-MU. Semua yang selain ENGKAU –yakni manusia, jin, malaikat, langit, bumi, binatang, tumbuh-tumbuhan, benda padat, yang dapat dilihat dan yang dapat dirasakan–adalah benda-benda baru yang ENGKAU Ciptakan dengan Kekuasaan-MU. Mereka dahulu sama sekali tidak ada, kemudian ENGKAU Jadikan ada, yang asalnya belum mawjud lalu ENGKAU Tumbuhkan jadi mawjud.

 

Sejak jaman azali, yang Maha Ada hanyalah ENGKAU Sendiri dan tak ada yang lainnya lalu ENGKAU Mengadakan mereka sebagai tanda dan bukti Kekuasaan-MU dan sebagai realisasi segala sesuatu yang ENGKAU Kehendaki, juga sebagai kebenaran Kalimat ENGKAU di jaman azali. ENGKAU Menciptakan mereka bukanlah sebab ENGKAU Membutuhkan dan Berhajat kepada mereka. ENGKAU Berikan keutamaan pada makhluk dengan Menciptakan dan Membebani, yang ini bukanlah sebab ENGKAU BerkKewajiban demikian. ENGKAU senantiasa Mengaruniakan kenikmatan dan kebaikan pada makhluk, yang ini bukanlah sebab Keharusan ENGKAU Berbuat begitu. Bagi-MU adalah Keutamaan dan Kebaikan, Kenikmatan dan Karunia.  

 

 

 

Maha Suci ENGKAU, Tuhanku

ENGKAU Memberi pahala kepada hamba-hamba-MU yang Mukmin sebab kebaktiannya. Pemberian pahala ini atas dasar Kedermawanan-MU dan Kemuliaan-MU –sebagaimana telah ENGKAU Janjikan– dan sama sekali bukan sebab ENGKAU Berkewajiban melakukannya –sebab tidak ada seorangpun dapat mewajibkan sesuatu kepada-MU– dan tak tergambarkan sedikitpun suatu penganiayaan datang dari-MU. Tidak ada suatu Kewajiban bagi-MU atas seseorang, sebab adalah Hak-MU-lah ditaati makhluk –yang ini merupakan kewajibannya. Kewajiban ini disampaikan dengan penjelasan para nabi-MU ‘alaihimus salam. Maka, demi urusan ini ENGKAU Mengutus para rasul-MU dan ENGKAU Tampakkan bukti kebenaran mereka dengan ENGKAU Berikan berbagai mukjizat yang nyata. Para rasul ‘alaihimussalam menyampaikan kepada umatnya hal-hal yang menjadi Perintah-MU, Larangan-MU, Janji dan Ancaman-MU; maka semua makhluk wajib membenarkan yang para rasul ‘alaihimussalam syiarkan. Akhirnya ENGKAU Turunkan kitab suci yang penuh hikmat kepada Rasul-MU yang pungkasan. Melalui kitab Al-Qur’an ini ENGKAU Menjelaskan  Agama-MU yang lurus dan Menunjukkan Jalan-MU yang lurus serta Mewajibkan ke segenap makhluk-MU untuk mempercayai semua isi berita yang termuat di dalamnya.

 

 

Maha Suci ENGKAU, ya TUHAN

ENGKAU telah Mengutus seorang nabi yang ummi dari keturunan Quraisy yakni Nabi saw dengan membawa Risalah-MU ke seluruh umat, pada golongan bangsa Arab dan bangsa lainnya, pada golongan bangsa jin dan manusia ( QS At-Tawbah: 128, “..seorang rasul dari kaummu sendiri..”). ENGKAU Menutup kerasulan dan kenabian dengan Mengutus Nabi saw. Nabi saw adalah Rasul yang pungkasan, sebagai pemberi kabar gembira dan ancaman, mengajak ke Jalan dan Agama ENGKAU dengan Ijin-MU, dan pelita yang memberi cahaya.

 

“Allah adalah yang paling Besar dari segala yang besar, Allah adalah yang paling Besar dari segala yang besar, DIA Tuhan yang senantiasa Besar. Segala Puji hanya kepunyaan Allah, dengan Pujian yang banyak. Dan Maha Suci Allah (aku mengakui Kesucian Allah) pada tiap pagi dan petang. Saya hadapkan diriku kepada Tuhan yang telah Menciptakan langit dan bumi, hal keadaanku seorang yang hanif lagi Muslim (menyerahkan diri, tunduk dan patuh) dan sama sekali aku bukan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Allah –Tuhan yang Memelihara alam, tak ada sekutu bagi-Nya- dan dengan demikian (tawhid) aku diperintahkan Allah, dan aku adalah bagian dari orang-orang Muslim (menyerahkan diri, jiwa-raga kepada Allah untuk berjihad di Jalan-Nya.”

 

Wallaahu a’lam bishshawab,

 (Laksamana Hsin Bo)

Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 30 January 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Design by lidahwali.com | Powered by Roudlotul Fatihah |

Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah
Kampung Santri, Kulon Gunung Sentono, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Indonesia 55791
Copyright© 2008 lidahwali.com
Developed By Lidahwali.com